Monday, December 8, 2014

Marco Melandri Kembali ke MotoGP 2015


Melandri Mengaku Alami Kesulitan


Kembali ke MotoGP setelah empat tahun absen menimbulkan masalah buat Marco Melandri. Dia mengaku kesulitan saat melakukan ujicoba bersama Aprilia.

Melandri kembali ke MotoGP 2015 setelah dalam empat tahun terakhir dia berlaga di balapan Superbike. Sebelumnya dalam kurun 2003 sampai 2010 dia menjadi pebalap MotoGP, dan bahkan mengawali karier di kelas 125 cc dan 250 cc.

Meski musim 2014 meraih sukses setelah menjadi pebalap dengan jumlah kemenangan terbanyak di Superbike, kembali ke MotoGP menghadirkan masalah buat pria asal Italia itu.

"Saya hanya melakukan 10 lap dengan mesin baru. Lalu kami mengalami masalah. Kami kembali ke lintasan dengan mesin standar dan saya mengalami banyak kesulitan," ungkap Melandri.

 Saya tidak yakin dengan motornya, sebagaimana saya yakin dengan motor di Superbike. Kami harus mencari tahu kenapa. Sisi sasisnya berbeda dengan Superbike. Bahkan velg bannya, banyak hal yang berbeda. Ada sesuatu yang membuat saya tidak percaya diri," sambungnya di MCN.

Selama delapan tahun berkarier di MotoGP, raihan terbaik Melandri adalah finis sebagai runner up di musim 2005. Tapi setelah itu prestasinya menurun, saat memutuskan menyeberang ke Superbike dia menyudahi musim 2010 dengan duduk di posisi 10.

Helm MotoGP Termahal

 

Helm MotoGP Seharga Rp 3,8 Miliar


Sebuah helm MotoGP menorehkan rekor harga termahal, yang nilainya mencapai Rp 3,8 miliar. Helm seperti apakah itu?

Helm tersebut adalah yang dilelang dan ditandatangani oleh 12 bintang masa lalu dan masa kini MotoGP, yaitu Giacomo Agostini, Angel Nieto, Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Marc Marquez, Dani Pedrosa, Wayne Rainey, Loris Capirossi, Àlex Criville, Wayne Gardner, Scott Russell dan Randy Mamola.

Jika dijumlahkan dari ke-12 pebalap tersebut, maka helm tersebut memuat 58 gelar juara dunia.

Ide helm bertajuk 'Stop Cancer' itu dicetuskan oleh dua mahasiswa asal Spanyol bernama Alberto Hernandez dan Oscar Haro, plus seorang kru tim LCR Honda, Lucio Cecchinello. Tujuannya adalah untuk menggalang dana amal untuk sebuah yayasan kanker di Spanyol (AECC) dan juga kegiatan amal resmi MotoGP, Riders for Health (riders.org).


Bos sebuah perusahaan finansial terkemuka di dunia CWM FX, Anthony Constantinou, begitu mendengar kabar pelelangan tersebut, langsung ambil bagian ... dan menawar sebesar 255 ribu euro, atau kira-kira Rp 3,8 miliar!

Dilansir Crash.net, dalam sejarah pelelangan helm pebalap-pebalap top, tidak ada yang nilainya sebesar ini. Sebelumnya rekor tertinggi tercatat atas nama helm Ayrton Senna (94.200 euro di tahun 2012), dan juga Sebastian Vettel (90.900 euro di tahun 2013).

Saturday, November 22, 2014

Target Valentino Rossi MotoGP 2015

 

Valentino Rossi Masih Yakin Raih Gelar Juara Dunia Ke 10


Di tengah persaingan dengan pebalap-pebalap yang jauh lebih muda, Valentino Rossi mengincar gelar juara dunia kesepuluh. Meski tidak akan mudah, Rossi yakin bisa melakukannya.

Dalam kariernya di balap motor grand prix, Rossi telah meraih sembilan gelar juara dunia, yakni kelas 125cc (1997), kelas 250cc (1999), kelas 500cc (2001), dan MotoGP (2002, 2003, 2004, 2005, 2008, 2009).

Rossi, yang kini berusia 35 tahun, masih menyimpan ambisi untuk jadi juara dunia lagi. Dia siap bersaing dengan rival-rival yang lebih segar seperti Valentino Rossi vs Marc Marquez (21 tahun), Jorge Lorenzo (27 tahun), dan Dani Pedrosa (29 tahun).


Berbekal hasil positif yang diraihnya pada musim ini -- finis kedua di klasemen akhir pebalap --, The Doctor makin termotivasi untuk mengejar gelar pada musim MotoGP 2015 mendatang.

"Saya masih meyakininya, seperti yang selalu saya katakan," ucap Rossi di situs resmi MotoGP.

"Setelah tahun ini, saya makin yakin karena kami berada di antara pebalap-pebalap terdepan. Kami benar-benar dekat dengan rival-rival kami, tapi ini akan berat," lanjutnya.

"Lorenzo akan makin tangguh tahun depan dan Marquez meraih gelar juara dunia dengan memenangi 13 balapan, sementara saya cuma dua. Ini berarti dia memenangi 11 balapan lebih banyak dibandingkan saya. Perbedaan itu besar. Untuk memangkas jarak ini, kami harus bekerja lebih keras lagi bersama tim, bersama Silvano (Galbusera), dan juga bekerja keras bersama Yamaha," kata Rossi.

"Saya pikir tahun ini, khususnya di awal, motor Honda jauh lebih kompetitif daripada motor kami dan paruh pertama musim terlalu mudah untuk Marc. Kalau kami ingin menyulitkan dia, penting untuk lebih dekat dengannya," tuturnya.


Rahasia Kebangkitan Valentino Rossi

 

Valentino Rossi Buka Kunci Kesuksesan Di MotoGP 2014


Valentino Rossi membuktikan dirinya belum habis dengan tampil mengesankan sepanjang musim MotoGP 2014. The Doctor ternyata punya rahasia di balik kebangkitannya tersebut.

Rossi sempat mengalami masa-masa sulit sejak meninggalkan Yamaha pada penghujung tahun 2010. Dua tahun bersama Ducati tak berjalan sesuai ekspektasinya. Dia tak meraih satu kemenangan pun dan cuma naik podium tiga kali.

Setelah gagal di Ducati, Rossi kembali memperkuat Yamaha mulai musim 2013. Akan tetapi, rider berkebangsaan Italia itu tak serta merta kembali berjaya. Dia enam kali naik podium dan sekali menang, tapi di klasemen pebalap masih berada di bawah Marc Marquez, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa.

Rossi menunjukkan kemajuan signifikan pada musim ini, setelah berpisah dengan Jeremy Burgess dan menunjuk Silvano Galbusera sebagai kepala mekanik baru. Dia menang dua kali dan naik podium 13 kali.


Di akhir musim, Rossi finis di posisi kedua klasemen akhir pebalap. Dia cuma kalah dari Marquez, yang memang tampil sangat perkasa sepanjang musim dan meraih 13 kemenangan.

"Dua tahun bersama Ducati sangat sulit. Tahun lalu sudah jauh lebih baik, tapi tak cukup bagi saya untuk memberikan semua yang saya bisa, jadi saya membuat beberapa pilihan yang sulit. Pilihan-pilihan itu berani, bahkan berisiko, tapi sekarang saya sangat puas karena bisa meraih banyak podium motogp dan dua kemenangan," ujar Rossi dalam wawancara yang dilansir situs resmi MotoGP.

"Itu membuat saya makin termotivasi dan saya mendapat banyak kesenangan karena tahu bahwa saya cukup kompetitif untuk memenangi dua balapan dan bersaing dengan Lorenzo atau Marquez untuk mengejar kemenangan di hampir semua seri. Itulah target saya," imbuhnya.

"Saya sangat senang dengan performa saya musim ini. Bagi saya, ini adalah musim kunci untuk menentukan masa depan saya. Musim lalu saya tak terlalu senang dan saya harus memutuskan apakah saya akan lanjut atau tidak. Target saya adalah bersaing dengan tiga pebalap terdepan dan mengejar podium di setiap balapan. Tahun lalu itu tidak selalu mungkin dilakukan. Saya senang karena hal tersebut bisa saya wujudkan tahun ini," urai Rossi.

Rossi menambahkan, dirinya punya rahasia khusus yang memungkinkannya tampil oke lagi dan bersaing dengan pebalap-pebalap yang lebih muda.

"Saya pikir rahasianya adalah memahami bahwa Anda masih ingin menjadi bagian permainan. Untuk melakukannya, Anda harus melupakan semua kemenangan yang telah Anda dapatkan pada tahun-tahun sebelumnya dan memiliki kerendahan hati," ungkapnya.

"Anda juga harus menyadari bahwa, kalau Anda ingin lanjut terus, Anda harus bekerja keras. Kalau Anda terus-terusan mengenang kesuksesan Anda di masa lalu dan mengatakan 'saya telah memenangi sembilan gelar juara dunia dan lebih dari 100 balapan', maka lebih baik Anda tinggal di rumah saja," kata Rossi, yang kini berusia 35 tahun.

"Olahraga Balap Motor ini, rival-rival Anda, ban, motor Anda, semuanya berubah. Jadi, Anda harus bekerja lebih keras agar lebih tangguh. Kalau tidak, Anda habis," ujarnya.


Sunday, November 16, 2014

Gaji Pembalap MotoGP 2014


Daftar 5 Besar Gaji Pembalap MotoGP


Sebagai salah satu olahraga yang digemari banyak orang, MotoGP adalah ladang uang bagi para pembalapnya.

Menjadi pembalap sekaligus bintang iklan membuat gaji pembalap MotoGP tidak kalah dengan atlet cabang olahraga lainnya. Berikut 5 pembalap MotoGP dengan gaji terbesar seperti dikutip dari The Richest pada Senin (10/11/2014). 



1. Valentino Rossi – Yamaha Factory Racing Team – US$ 22 juta per tahun

Valentino Rossi adalah legenda hidup MotoGP dengan 6 kali juara. Saat ini, Rossi digaji sebesar US$ 22 juta atau sekitar Rp 267,2 miliar. Dari penghasilan tersebut, US$ 10 juta diantaranya adalah pemasukan dari endorsements. Dengan gaji sebesar itu, Rossi menjadi pembalap yang digaji termahal di MotoGP.

2. Jorge Lorenzo – Yamaha Factory Racing Team – US$ 9,2 juta per tahun

Jorge Lorenzo adalah juara dunia MotoGP tahun 2010 dan 2012. Pria berusia 26 tahun ini adalah pembalap dengan gaji tertinggi ke-2 di MotoGP. Yamaha Factory Racing membayarnya US$ 7,2 juta atau sekitar Rp 87,5 miliar. Selain itu, Lorenzo juga menerima sekitar US$ 2 juta dari endorsements.

3. Dani Pedrosa – Repsol Honda Team – US$ 4 juta per tahun

Dani Pedrosa telah bersama tim Repsol Honda sejak tahun 2006. Dia memenangkan kelas 125 cc pada tahun 2003 dan 250 cc pada tahun 2004 dan 2005. Oleh Repsol Honda, Pedrosa digaji sebesar US$ 4 juta atau sekitar Rp 48,6 miliar per tahun.

4. Marc Marquez – Repsol Honda Team – US$ 4 juta per tahun

Juara MotoGP tahun 2013 ini adalah juara dunia termuda. Marc Marquez adalah satu dari empat pembalap yang pernah memenangkan kelas 125 cc, Moto 2 dan MotoGP. Pria dengan nomor balap 93 ini digaji sebesar US$ 4 juta atau sekitar Rp 48,6 miliar per tahun.

5. Nicky Hayden - Aspar Racing Team - US$ 4 juta per tahun

Nicky Hayden adalah juara MotoGP tahun 2006 bersama tim Honda. Tahun 2013, Hayden pindah dari Ducati ke Aspar Racing Team dan menggunakan nomor 69. Pria berusia 32 tahun ini digaji US$ 4 juta atau sekitar Rp 48,6 miliar per tahun.


Susunan Pebalap MotoGP 2015

 

Line-up Rider MotoGP 2015

Lengkap sudah line-up pebalap yang akan tampil di kompetisi MotoGP 2015. Marco Melandri menjadi pebalap terakhir yang mendapatkan tempatnya.

Melandri akan membalap di bawah bendera Aprilia pada musim depan. Pebalap Italia itu kembali ke arena dan menjadi Rider MotoGP 2015 setelah dalam empat musim terakhir berkompetisi di ajang Superbike.

Melandri akan menjadi rekan setim Alvaro Bautista di Aprilia. Kedua pebalap telah mengikuti tes MotoGP di Valencia pada Senin (10/11/2014).

"Saya ditawari kesempatan untuk mengembangkan sebuah proyek yang sepenuhnya baru dan itu adalah sesuatu yang belum pernah saya lakukan dalam karier saya karena saya selalu mendapatkan motor 'warisan'. Justru untuk alasan ini saya sangat tertarik dengan tantangan ini," ujar Melandri di situs resmi MotoGP.


"Target kami cukup ambisius, yaitu mengembangkan motor dan pada saat bersamaan mengembangkan sebuah prototipe baru yang akan dipakai pada tahun 2016. Ini akan menjadi musim yang berat, tapi kami siap menghadapi tantangan ini," kata rider berusia 32 tahun ini.

Masuknya Melandri membuat line-up MotoGP 2015 yang berisi 25 pebalap lengkap. Ada 14 tim yang akan bertarung, tiga di antaranya cuma menurunkan satu pebalap. Berikut daftar lengkapnya:

Daftar Pebalap MotoGP 2015 :


Repsol Honda (Factory class)
Marc Marquez - Spanyol (RC213V)
Dani Pedrosa - Spanyol (RC213V)

Movistar Yamaha (Factory class)
Valentino Rossi - Italia (YZR-M1)
Jorge Lorenzo - Spanyol (YZR-M1)

Ducati Team (Factory class)
Andrea Dovizioso - Italia (Desmosedici GP15)
Andrea Iannone - Italia (Desmosedici GP15)

Suzuki (Factory class)
Aleix Espargaro - Spanyol (GSX-RR)
Maverick Vinales* - Spanyol (GSX-RR)

Aprilia Gresini (Factory class)
Alvaro Bautista - Spanyol (ART)
Marco Melandri - Italia (ART)

Marc VDS Honda (Factory class)
Scott Redding - Inggris Raya (RC213V)

Monster Yamaha Tech 3 (Factory class)
Pol Espargaro - Spanyol (YZR-M1)
Bradley Smith - Inggris Raya (YZR-M1)

Pramac Ducati (Factory class)
Danilo Petrucci - Italia (Desmosedici GP14.2)


Yonny Hernandez - Kolombia (Desmosedici GP14.2)

LCR Honda (Factory/Open class)
Cal Crutchlow - Inggris Raya (RC213V)
Jack Miller* - Australia (RC213V-RS)

NGM Forward Racing Yamaha (Open class)
Stefan Bradl - Jerman (Forward Yamaha)
Loris Baz* - Prancis (Forward Yamaha)


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
| - |