News Update :
Home » , , » Hubungan Valentino Rossi dan Marc Marquez Di MotoGP 2016

Hubungan Valentino Rossi dan Marc Marquez Di MotoGP 2016

Penulis : Ufik Madara on Tuesday, November 10, 2015 | 9:56 AM

Bagaimana Hubungan Valentino Rossi dan Marc Marquez Di MotoGP 2016


Perseteruan Valentino Rossi dan Marc Marquez memanas mendekati akhir kompetisi MotoGP tahun ini dan makin memuncak di seri pamungkas. Bagaimana hubungan mereka pada tahun depan?

Rossi dan Marquez terlibat beberapa insiden di sepanjang musim ini. Di MotoGP Argentina, keduanya bersenggolan dan Marquez terjatuh. Rossi sendiri tampil sebagai pemenang lomba.

Episode berikutnya dari persaingan panas kedua rider kemudian hadir di Assen, pada 27 Juni, dalam MotoGP Belanda. Kali ini duel keduanya lebih panas sampai melahirkan kontroversi.

Di tikungan terakhir menjelang garis finis, Marquez dan Rossi berduel ketat memperebutkan posisi terdepan. Pada satu titik motor mereka bersenggolan, membuat Rossi terus meluncur keluar lintasan dan Marquez tetap di jalur.

Menariknya, hal itu justru membuat Rossi lebih dulu melewati garis finis karena dengan keluar lintasan ia malah melewati rute yang lebih pendek daripada Marquez. Marquez tak terima dan merasa lebih pantas menang meski Race Direction menilai tidak ada yang keliru dengan laju Rossi dalam duel itu.

Tensi perseteruan Rossi vs Marquez makin tinggi saat kompetisi sudah memasuki seri-seri akhir kendati yang bersaing memperebutkan gelar juara adalah Rossi dan rekan setimnya di Yamaha, Jorge Lorenzo. Menjelang balapan MotoGP Malaysia, Rossi menuding Marquez sudah jadi pendukung Lorenzo dan berusaha membantu langkah kompatriotnya itu ke takhta juara--dengan kata lain merintangi usaha Rossi.

Tudingan Rossi itu didasari penilaiannya bahwa dalam balapan sebelum itu, di Phillip Island, Marquez seperti sudah mempermainkan lajunya sendiri. Ketika itu Marquez memenangi balapan, dengan Lorenzo di posisi tiga dan Rossi di peringkat empat.

Duel Rossi dan Marquez benar-benar menjadi headline di semua media massa setelah insiden di MotoGP Malaysia. Saat itu, Rossi dan Marquez bersenggolan dan membuat Marquez jatuh. Adanya gerakan kaki dari Rossi dalam insiden itu membuat ada kalangan yang mengasumsikan dirinya sudah menendang Marquez.

Di sisi lain, ada pula yang menduga bahwa gerakan kaki Rossi murni karena dirinya kehilangan pijakan setelah lebih dulu disundul helm Marquez. Race Direction akhirnya menghukum Rossi dengan mengharuskan pebalap Italia itu start dari posisi paling belakang di Valencia.

Meski start dari posisi paling belakang di Valencia, Rossi mampu melewati satu per satu pebalap di depannya dan akhirnya finis keempat. Akan tetapi, dia tak sanggup mengejar rombongan tiga pebalap terdepan, yaitu Lorenzo, Marquez, dan Dani Pedrosa.

Hasil di Valencia itu memusnahkan harapan Rossi untuk jadi juara dunia. Dia harus merelakan gelar jadi milik Lorenzo.

Seusai balapan, Rossi yang kecewa berat menuduh Marquez tidak mengerahkan semua kemampuannya di atas lintasan dan cuma menjadi bodyguard Lorenzo. Dia juga menyebut apa yang dilakukan Marquez sudah memalukan bagi olahraga MotoGP. Tapi, Marquez membantah semua tudingan Rossi.

Berita MotoGP 2016 dan Rossi yang masih punya kontrak dengan Yamaha pada tahun depan mengaku akan mencoba lagi untuk merebut gelar juara dunia. Pebalap 36 tahun itu juga tak masalah satu tim dengan Lorenzo. Akan tetapi, dia tak tahu apa yang akan terjadi jika satu lintasan lagi dengan Marquez.

"Saya punya passion yang besar untuk apa yang saya lakukan dan saya tidak akan mengubah rencana masa depan saya karena apa yang terjadi. Saya akan terus melakukan pekerjaan saya," ujar Rossi di Motorsport.com.

"Saya pikir menjadi rekan setim (Lorenzo) tahun depan tidak akan menjadi masalah besar. Namun, saya cukup khawatir dengan apa yang akan terjadi MotoGP 2016 tahun depan karena dengan seorang pebalap seperti Marquez, yang memutuskan untuk tidak memenangi balapan hanya demi merugikan seorang pebalap lain, saya tak tahu bagaimana itu akan berakhir," katanya.

Valentino Rossi vs Marc Marquez Di MotoGP 2016 - Lebih lanjut lagi, Rossi mengaku khawatir dengan masa depan MotoGP karena Marquez kemungkinan besar masih akan berada di olahraga ini dalam waktu yang sangat lama.


"Marquez adalah masa depan MotoGP. Dia sangat bertalenta. Dia baru 22 tahun dan masih punya banyak waktu tersisa dalam kariernya," ujar Rossi.

"Tapi, di sepanjang akhir pekan dia mengatakan kebohongan. Dia bilang akan melakukan segalanya untuk mengalahkan Lorenzo karena hal itu penting untuk Honda. Tapi, dia melakukan hal sebaliknya dalam balapan. Saya pikir itu benar-benar mengecewakan semua orang," katanya.

"Kami selalu bangga dengan MotoGP karena ketika turun ke trek kami selalu memberikan segalanya. Mulai hari ini, sesuatu telah berubah," kata juara dunia sembilan kali itu.
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Berita MotoGP . All Rights Reserved.
Design Template by Kwanyar News | Support by creating website | Powered by Blogger